Tren yang cenderung semakin berkembang di dunia otomotif
saat ini adalah mengurangi kapasitas mesin dan menambahkan sistem forced
induction, seperti turbocharger. Toyota tidak melihat adanya kebutuhan untuk
mengikuti kecenderungan tersebut di semua produknya. Meski model Lexus sekarang
mengemas mesin turbo, Toyota bermaksud memaksimalkan efisiensi mesin normally
aspirated untuk kendaraan mereka di Amerika Serikat.
Meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi emisi pada
kendaraan saat ini juga menjadi tuntutan produsen mobil di dunia. Namun tidak
berhenti sampai disitu, kinerja (performa) mesin juga harus tetap mumpuni.
Melihat kondisi tersebut, Toyota saat ini sedang merombak
teknologi mesinnya agar dapat mengakomodasi ketiga hal tersebut. Teknologi ini
disebut dengan teknologi Dynamic Force. Namun, tidak seperti produsen mobil
lainnya, Toyota sama sekali tidak mempunyai rencana untuk dapat mengurangi
ukuran mesin dan memilih tetap memasangkan turbocharger pada seluruh model
kendaraannya.
Ben Schlimme, seorang Manager Powertrain Executive Program,
Advanced Planning and Research Toyota Motor Amerika Utara mengatakan, jika ke
depannya, semua mesin mobil Toyota akan mendapatkan teknologi ini. Adapun mobil
Toyota Camry tahun 2018 yang telah didesain ulang, direncanakan akan menjadi
mobil pertama yang akan menggunakan teknologi ini.
Menggunakan mesin empat silinder, Camry yang baru, yang
dinamakan teknologi Dynamic Force, akan mempunyai tenaga sebesar 206tk dan
merupakan salah satu sedan terlaris Toyota yang mempunyai rating konsumsi bahan
bakar hanya 41 mpg (miles per gallon) di jalan raya.
Tidak hanya itu, Toyota memasang dudukan katup yang sudah
melalui proses cladding oleh laser dan piston mesinnya sudah baru. Toyota mengklaim
ini bisa membuat campuran bensin dan udara bergerak seperti memutar macam
pusaran demi meningkatkan tenaga dan efisiensi. Ini yang mereka sebut Dynamic
Force, dan ini bakal menyebar di mesin Toyota-Toyota lain selain Camry,
terutama jajaran truk dan SUV mereka.
Selain itu, Toyota juga tidak akan mengurangi ukuran mesin
2.5 L Camry 2017, namun sebaliknya, para engineer Toyota berusaha untuk dapat
meningkatkan efisiensi mesin di empat area utama, seperti pengurangan gesekan
(friction reduction), pendinginan (cooling), aliran knalpot (exhaust flow), dan
sistem asupan (intake system).
Hasilnya, mesin berkapasitas 2.5 liter telah mengalami
perbaikan efisiensi termal hingga mencapai angka 40 persen, dan beberapa mesin
telah berhasil mencapai tingkat tersebut. Schlimme menjelaskan bahwa intake
system pada mesin merupakan fitur utama dari Dynamic Force.
Hasil tersebut berasal dari kenaikan 25 Hp dan 19 Nm
ketimbang mesin tahun lalu. Sebuah transmisi otomatis 8 percepatan baru kini
mengalirkan tenaga menuju roda depan. Efisiensi bahan bakar juga mendapat
peningkatan yang signifikan, 1 liter/12 Km (dalam kota), 1 liter/17 Km (tol),
dan 1 liter/14 Km (gabungan), dibandingkan dengan 1 liter/10 Km, 1 liter/14 Km
dan 1 liter/11 Km di mesin 4 silinder tahun lalu.
Selain melakukan perbaikan pada efisiensi mesin, Toyota juga
melakukan ubahan sudut intake valve, serta melebarkan sudut antara intake dan
exhaust valve dengan menggunakan piston yang telah dimodifikasi. Campuran udara
dan bahan bakar yang masuk ke dalam silinder telah dibuat bergerak berputar
sehingga membentuk pusaran (swirling motion). Gerakan tersebut diklaim mampu
meningkatkan pembakaran serta menghasilkan lebih banyak tenaga dan menurunkan
kadar emisi.
“teknologi Dynamic Force dibuat bukan hanya untuk mesin 2.5
liter saja, namun saat ini kami telah berupaya agar dapat membawanya ke segmen
lainnya, termasuk ke dalam segmen truk dan SUV. Untuk mesin V-6 dan V-8,
Dynamic Force masih dalam bentuk konsep,” ujar Schlimme


Tidak ada komentar:
Posting Komentar